Jumat, 11 Oktober 2019

Aku Tak Sendiri

dapatkah aku keluar sendiri?
melewati pasar, sekolah, dan menyebrang rel kereta sendiri?
walaupun di pasar, perempuan bersorban tidak baik katanya pergi membeli timun sendirian?
walaupun di sekolah perempuan tidak boleh memakai celana?
walaupun untuk menyeberang kereta harus tengok kiri kanan?

jika aku keluar sendirian
dapatkah aku sendirian
melewati berbagai macam orang
menjawab pertanyaan-pertanyaan liar
menjabat semua tangan mereka

karena aku tak pernah keluar sendirian
aku ditemani dia
dia yang tiba-tiba datang mengetuk pintu rumahku
dan dalam hitungan menit mampu membuatku percaya ada sosok yang bisa membantuku
tetapi apakah aku boleh terus bersamanya, Tuhan?

*sebenernya kalo mau paham sama tulisan di atas harus baca dulu tulisan di bawah, ehe.
https://fernandaariyanto.wordpress.com/2019/10/09/tamu-tak-diundang/

Sabtu, 15 Juni 2019

19 Tahun 6 Bulan 8 Hari

Sebenernya banyak banget bintangnya, tapi yang keliatan di kamera cuma satu, ehe.

Syair Indah yang Kau Sukai


Masih kunikmati
Masih kudengarkan
Masih kuhafalkan
Masih kudendangkan
Untuk nanti kita nyanyikan bersama
Untuk nanti kita nikmati bersama
Untuk nanti kita pahami bersama
Karena..
Bersamamu, aku suka
Bersamamu, aku bisa sendu dengan suka
Bersamamu, aku bisa berduka dengan suka
Bersamamu aku suka karena kamu yang aku suka
Jika yang kita maknai salah, berati kita bisa lebih lama bersama
Jika kita belum bisa menikmati, berati kita bisa lebih lama saling mengenal
Jika kita masih belum bisa bernyayi bersama, berati kita bisa berlatih bersama
Wahai manusia di seluruh kerak bumi, ada insan yang selalu ingin bersama insan yang lain
Wahai seluruh tanaman berakar, bisakah kalian bantu kita agar terus bernafas untuk kita lebih lama bersama?
Wahai seluruh mamalia, reptil, amfibi, dan selain itu, bantu kami bertahan hidup, agar bisa terus berlatih, bernyanyi, dan bersama
Dan Tuhan, maafkan kami, yang sedang antusias jatuh cinta
Serta terimakasih, kami bertemu untuk bersama


Umurku hari ini 19 tahun 6 bulan 8 hari.
Di umur itu, aku lagi bingung-bingungnya sama hidup.
Di umur itu, otak sama hati lagi pada rebutan posisi untuk jadi prioritas.
Di umur itu, lagi banyak-banyaknya impian yang pengen dicapai.
Di umur itu, lagi sering-seringnya depresi.
Di umur itu, lagi pengen-pengennya main.
Dan masih banyak lagi.

Karna, kalo aku udah 20 tahun;
Di umur itu, aku pengen udah bisa menikmati pilihan hidupku.
Di umur itu, aku pengen udah bisa ngatur jadwal otak sama hati.
Di umur itu, aku pengen udah bisa ngelangkah ke impian aku.
Di umur itu, aku pengen udah bisa bangkit lagi kalo depresi.
Di umur itu, aku pengen udah bisa ngatur waktu aku bisa main-main dan waktu untuk serius.
Dan masih banyak lagi.
Random lagi yak. Ehe..

Senin, 03 Juni 2019

Menulis, membaca, dan diskusi

Menulis, hanya kamu yang bisa aku lakukan saat ini.
Membaca, kenapa kamu susah kugapai?
Diskusi, aku selalu diam jika berada di dekatmu.

Menulis, aku ingin abadi seperti bung pram.
Membaca, aku ingin denganmu bersama ratusan buku seperti bang tere.
Diskusi, aku ingin cermat seperti buk nana.

Menulis, jika bersamamu tak perlu susah payah introvert sepertiku harus bicara.
Membaca, jika denganmu tak perlu susah payah aku mengaitkan batu dengan nyawa puan dan tuan.
Diskusi, jika sering bertemu tak perlu susah payah aku mengeluarkan urat di dahi.

Menulis, tidak semudah tanda tangan.
Membaca, tak semudah chatting-an.
Diskusi, tak semudah pacaran.

Tentang bagaimana setiap kata bisa seirama.
Tentang kata-katanya yang tak seselera.
Tentang semuanya, yang sampai sekarang belum selesai.

Senin, 01 April 2019

Sambat Dulu, Kalo Nggak Sambat Nggak U...

Ehe. Rampal-Beberapa bulan lalu.

Aku boleh cerita sebentar? Sebelum aku mengerjakan beban? Eh salah, mengurangi beban..
Kadang aku kecewa dengan diriku sendiri, mengapa? Kadang, aku menganggap beban apa yang dulu pernah aku cita-citakan. Aku juga sering sekali membuat impian tanpa tau rencana yang akan kuperbuat untuk mewujudkan itu..
Aku kadang iri, kepada para pekerja keras.. kepada para bapak yang tak bosan membanting tulang mereka, walaupun itu kebutuhan dan kewajiban.
Semakin lama aku bertemu manusia, aku semakin banyak tahu tentang mereka. Kadang aku acuh, dan sisanya aku peduli.
Aku ingin sekali ini, ingin sekali itu.
Tanpa mau melakukan ini, melakukan itu.
Lalu? Berbuah penyesalan, dan akhirnya menjadi beban..
Apa aku selama ini hanya berpura-pura baik ya di depan diri ku sendiri..
Apa aku takut dibilang buruk ya, padahal aku memang buruk.
Kenapa aku otomatis pasang muka datar ya ketika bertemu manusia, dan sangat ekspresif mengungkapkan itu semua di media sosial?
Aku kecewa, hatiku sakit, aku tertawa, perutku sakit.
Kenapa aku harus tertawa? Aneh kan..
Besok aku seharusnya melakukan sesuatu, tetapi sampai sekarang aku belum siap.. semuanya terasa menjadi beban.. aku takut, aku ingin teriak.. semua orang sambat..

Hari demi hari berlalu, semua beban yang dulu aku hindari, nyatanya bisa kulalui.
Sekarang, aku ingin menata lagi, bagaimana aku bisa menikmati semuanya seperti impian awalku.
Dalam dua bulan kedepan, ada beberapa deadline yang haru kuselesaikan.
Semoga aku bisa maksimal, semoga aku bisa terus tertawa, dan sedikit menangis.
Entah itu menertawakan manusia lain, atau bahkan diriku sendiri.

Jumat, 08 Maret 2019

Lagi Melankonis

Udah setengah hari maenan sama Ame, laptop. Tapi belum ngetik apa-apa, padal keyboardnya meronta-ronta pengen dipijet, capek dicuekin mulu.. ululu

Manusia bertemu untuk saling memberi makna atau membuat perkara yang diikhlaskan-yang terdalam.

Ketika aku mulai mengerti manusia, aku sadar kita benar-benar saling membutuhkan satu sama lain. Bukan hanya itu, kita juga akan saling merepotkan satu sama lain, entah itu meminta atau memberi bantuan, kebahagiaan, ataupun kesedihan. Dan tak jarang dari mereka tak mau menerima konsep itu, mereka hanya ingin meminta perhatian dan memberi bantuan.

Hampir seperlima abad aku ada di dunia, dan disini mungkin sudah bertemu dan mengenal 300-an orang, mungkin. Dan sekarang, aku kecewa dengan salah satu dari mereka. Hingga aku memutuskan untuk membatasi hubunganku dengannya. Bukan kalimat yang baik dan juga bukan sifat yang baik. Ceritanya aku adalah tokoh yang berwatak egois.. Gitu jen.

Aku salah terlalu berharap kepada manusia. Manusia tak pernah bisa sempurna seperti Sang Pencipta. Aku juga manusia, aku juga sering menyakiti manusia lain. Mereka tak jarang berharap banyak, lalu ku buat kecewa.

Dipikir lagi dan lagi, obat dari itu semua adalah ikhlas. Wus, ngomongin ikhlas tu enak ngomongnya aja, prakteknya susah banget. Haha, ikhlas ya baca tulisan ini.

Photo by Ashik Salim on Unsplash

Aku, yang terlalu sibuk mengurusi urusan hati.
Di dalam nya..terdapat banyak rasa
Akhir-akhir ini aku merasa ada yang hilang..
Yaps, seseorang.

Yang selama ini ternyata sudah membawaku ke luar batas-batas yang kubuat, dan melewati itu membuatku melihat dunia dari berbagai sudut pandang.. Rasa tidak nyaman diubah oleh waktu menjadi aman.. Aku berani menumpahkan semuanya..
Lalu, tiba-tiba ia pamit ingin pulang..
Ingin menahannya untuk tidak pulang, tapi nanti ia kasihan..
Nampaknya ada masalah, di pertemuan yang lalu ia agak lain..
Hai..tapi aku juga sudah terlalu nyaman..

Lalu, datang dua orang yang misterius menahan kedua tanganku
Sehingga aku tak bisa melihatnya pulang ke arah mana..
Tolongg.. jangan pulang..
Hanya jerit batin...hingga ia pulang..jangan..

Aku dibawa ke sebuah ruangan, dikunci dan dijaga dari luar..
Lalu kulihat buku kusam yang tergeletak di bawah tempat tidur..
Bukunya yang pulang..
Kubaca..kutangisi..lalu kutulisi dengan pertanyaan-pertanyaan  di akhir halaman,

Kenapa ia pulang? Kenapa ia datang? Kenapa aku kesal ia datang lalu pulang? Kenapa ia tak ungkapkan saja.. kenapa kita harus berbeda.. kenapa ia tak mau berjuang menyatukan perbedaan? Kenapa?

Hidup memang tak luput dari masalah..
Masalah juga yang membuat hati menyiptakan rasa yang berbeda-beda.. tak selalu tentang rasa senang.. tak juga sedih.. monoton dan tak seimbang..

Poinnya kenapa harus seimbang? Kenapa tak boleh selamanya senang? Siapa yang melarang?
Would u like to comment?

Sampai pada paragraf ini ada, aku akhirnya sadar.. apa yang ku mau belum tentu aku butuhkan. Nanti jika aku paksa untuk semuanya sesuai apa yang ku mau, jadi apa aku. Ya tetep jadi manusia, hehe.

Sabtu, 02 Februari 2019

Tanyakan Pada Hujan yang Tidak Suka Bergoyang

Hai..

Hari ini ada momen penting, yang harus kutulis dan kubagikan di blog ini. Aku baru saja menemukan sebuah pertanyaan, tentang tulisan seperti apa yang bisa dibagikan disini. Dan jawabannya adalah, mengapa aku harus membatasi apa yang ada dipikiranku? Kadang, aku hanya memiliki sedikit kata untuk mengungkapkan semua cerita yang kupikirkan, hanya dipikirkan. Mungkin setelah ini akan ada banyak tulisan yang menurut kalian, pembaca blog ini, yang akan merasa tulisanku lebih tidak berfaedah dari sebelumnya. Tetapi, aku juga akan terus belajar dan lebih giat membaca lagi. #Peace

Ehehe, jangan lupa, diatas kita ada langit yang luas.

Hujan,
kapan kau turun? apakah masih belum waktunya?
Hujan,
siapa kau? setangguh itukah kau membuat orang-orang menantimu?
Hujan,
bagaimana bisa? besok ketika kau memberi kejutan, orang-orang malah ingin kau lekas pergi?
Hujan,
apakah kau bisa bertahan? dengan perlakuan manusia yang begitu?
Hujan,
dimana kau? dua hari lagi orang-orang akan mencarimu, percayakah?
Hujan,
mengapa kau hanya diam? kau sedari tadi mengerti pertanyaanku kan?

Karena tulisan ini berlabel pesan singkat, maka cukup sekian, dan terimakasih.

Senin, 28 Januari 2019

Selera Humor di Malam Hari

Malam ini tekad menulis muncul lagi, dan sayangnya masih dengan minimnya wawasan. Hiya sayang. Hanya sekedar ingin berbincang dengan malam yang dingin namun tak menyehatkan. Kok bahasanya gitu, emang dingin menyehatkan? Awal paragraf macam apa ini.

Apa hobi kalian? Kalau aku, akhir-akhir ini sedang suka musik indie. Awalnya aku sama sekali tak mengerti jenis-jenis musik, sampai sekarang pun. Yang baru aku cari tahu tentang musik ini, musik indie. Pertama kali mendengar lagu Selamat Malam yang dinyanyikan oleh Hanskerta. Karena aku mendengarnya di Youtube, muncul judul-judul lain yang berlabel "indie". Aku penasaran dan mencari tahu. 

Dari Wikipedia aku tahu, Indie pop adalah sebuah aliran musik alternative pop yang berasal dari Inggris pada pertengahan era 1980an. Istilah indie digunakan untuk menggambarkan grup musik yang berkarier secara independen. "Unik nih, suka ah," dah sederhana banget gua suka Indie pop.

Et, nggak faedah ya baca tulisan ini. Tapi pengen nulis nih, yaudah aku lanjut, selebihnya terserah kalian. Kadang suka mikir kenapa susah nulis hal yang faedah, susah cuy nggak bisa maen-maen kayak tulisan-tulisan di blog ini.

Akhir-akhir ini, aku merasa ada sebuah rasa ketidaknyamanan di dalam diriku. Aku tidak bisa tulus tertawa, bersedih, marah-marah, jadi semuanya berasa nanggung. Pikiran ku diisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang belum kutemukan jawabannya hingga sekarang.  Aku fikir manusia hidup di dunia ini dengan sifat egois nya.

Bicara tentang tanah, seenaknya mengakui itu milik nenek moyangnya kemudian kalau punya uang dibangun rumah atau sawah. Kalau tidak punya uang bisa juga dijual, yang membeli juga menggunakan tanah itu untuk dibuat bangunan atau apapun yang akan bermanfaat untuknya.

Jika pradugaku benar, semakin hari tanah di bumi akan ditutupi oleh aspal, cairan semen padat, dan semacamnya. Yak tul, masih ada pabrik semen yang setiap hari memproduksi semen. Masih ada juga toko bangunan yang menjual bahan-bahan dan alat untuk membuat bangunan. Lalu semakin banyak tanah sebagai alas bangunan dari pada alas pohon dan tumbuhan.

Hal tersebut adalah takdir bukan? Manusia yang dicap sebagai makhluk paling tinggi kedudukannya di muka bumi ya begitu. Manusia butuh rumah yang dibangun dengan bahan-bahan bangunan yang dijual di toko bangunan. manusia merampas hasil bumi yang lain juga untuk bertahan hidup. Hah, tak puas aku tetapi aku ingin berenti disini.

Plastik. Bagaimana dengan plastik? Aku belum mencari lebih dalam tentang plastik. Aku cukup tau dia terkenal karena tahan air, dia bisa jadi apa saja. Mulai dari anting, bak mandi, cermin, d, e ,.., sampai abjad z ada nama bendanya. Wa, plastik. Hal lain dan utama ya dia susah dihancurkan, butuh waktu puluhan tahun untuk mengurai plastik. Oh, bisa juga dibakar, tapi aku tetap tidak suka, asapnya tidak harum.

Tapi manusia juga punya sisi baik, ada kok orang-orang di luar sana yang peduli dengan masalah-masalah tersebut. Eh, semua manusia juga punya sisi buruk, mereka ada yang tidak sadar atau sadar tetapi tetap membiarkan masalah tersebut. Eh lagi nih, manusia kenapa ya padahal tau mana yang baik, mana yang buruk tapi, mereka malah milih yang buruk?

(www.unsplash.com)

Takdir Manusia

Takdir bilang saat manusia sudah lahir, manusia akan lahir.
Takdir bilang nafsu adalah milik setiap manusia.
Takdir bilang saat nafsu manusia lahir, alam bisa saja berakhir.
Takdir bilang alam akan berakhir, salah satunya karena manusia.

Bukan hanya baik, sisi manusia juga buruk.
Ku kira, manusia tak dapat terus baik.
Ku kira, manusia tak dapat terus buruk.
Bukan hanya buruk, sisi manusia juga baik.

Manusia baik dan manusia buruk adalah takdir.
Manusia baik adalah takdir.
Manusia buruk adalah takdir.
Manusia buruk dan manusia baik adalah takdir.

Lupakan hal itu, sekarang menurut kalian apa?
Tentang tulisan ini, apakah baik atau buruk?
Tentang tulisan ini, apakah buruk atau baik?
Lupakan, sedari tadi kau sadari atau tidak?

Aku hanya membolak-balik kata-kata.
Aku hanya menyusun kata-kata.
Apa kau butuh kata-kata yang dibolak balik?
Apa kau butuh kata-kata yang disusun?

Sekian.
 

28-05-20

Sulit sekali untuk mempercayainya, membenarkannya sekali sekali, memaafkannya, dan menerimanya. Mungkin karena belum pernah kucoba sebelumny...